Rabu, 11 Juli 2018

JUAL GARAM KROSOK JUWANA - PATI



JUAL GARAM KROSOK JUWANA
HP. 085 643 395 487


Pengelompokan garam berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) garam dikelompokkan menjadi 2 macam, yakni garam konsumsi dan garam industri. Garam konsumsi tentu saja adalah garam yang digunakan untuk berbagai keperluan masak. Sedangkan garam industri merupakan garam yang digunakan untuk aneka kebutuhan industri atau pabrik tekstil, perminyakan, dll.

Apa Manfaat dan Fungsi Dari Garam Non Yodium?

Fungsi Garam Industri adalah sebagai media regenerasi untuk jenis resin kation. Garam harus diletakkan di tempat khusus, tepatnya di dalam brine tank yang dihubungkan dengan selang menuju tangki utama, yang mana sudah berisi mesin filter resin kation. Ketika terjadi regenerasi, maka garam akan bercampur ke dalam tangki utama tersebut dan akan mengaktifkan kembali resin kation yang awalnya telah jenuh.

Kami menjual garam lokal kasar/ garam non yodium/ bahan kimia sodium klorida untuk berbagai macam kategori industri, yakni.
  1. Industri pengolahan air dan limbah (water Treatment 7 Waste Water Treatment), yakni untuk pencucian resin dan menghilangkan bau serta bakteri yang ada di air.
  2. Industri tekstil, untuk membantu proses pewarnaan.
  3. Industri pendinginan, garam non yodium digunakan untuk pembuatan es krim, es balok, dan pembekuan ikan yang akan di kirim ke luar kota maupun keluar negeri.
  4. Industri pengeboran, sebagai campuran driling mud dan sebagai water softener.
  5. Industri farmasi, yakni untuk pencucian tabung dari proses pembuatan obat atau jamu pada industri farmasi)
  6. Industri makanan/ bumbu (seasoning)
  7. Industri makanan kaleng (canned product)
  8. Industri minuman, yakni untuk pencucian pipa dari proses industri minuman setelah seharian digunakan)
  9. Industri pakan ternak
  10. Industri lem (glue)
  11. Industri rumput luat & ubur-ubur (seawed & jellyfish)
  12. Industri lainnya, seperti penyamakan kulit, tangkai boiler, dan lain sebagainya.
” Garam Kualitas I, merupakan hasil proses kristalisasi pada larutan 24ᄚ- 29,5ᄚ Be dengan kadar NaCl minimal 97,1 %.
” Garam Kualitas II, merupakan sisa kristalisasi di atas pada kondisi kelarutan 29,5ᄚ-35ᄚ Be dengan kadar NaCl minimal 94,7%.
” Garam Kualitas III, merupakan sisa larutan kepekatan di atas pada kondisi >35ᄚ Be dengan kadar NaCl <94,7%.




Kami menjual garam krosok Juwana, hubungi kami di WA 085 643 395 487. Siap melayani antar kota dan antar pulau dengan kuantiti besar.





Selasa, 02 Agustus 2016

Anekdot Lucu Tugas Bahasa Indonesia



Anekdot Lucu Singkat Teknisi Pesawat
Seorang cewek mengajak cowoknya ke rumahuntuk diperkenalkan dengan calon mertua alias camer.
Cewek : Pa, perkenalkan ini calon menantu Papa.
Papa : Oh ya, senang sekali ketemu. Ngomong-ngomong kamu udah kerja? (pertanyaan klasik camer yang takut anaknya kelak hidup sengsara hehe..)
Cewek : (menyela) Udah dong Pa. Dia ini teknisi pesawat profesional lho Pa.
Papa : Bagus sekali (dengan wajah sumringah). Ngomong-ngomong, selain Boeing... pesawat apa saja yang bisa kamu perbaiki?
Cowok : Macam-macam Oom. Ada pesawat Nokia, pesawat Samsung, pesawat Blackberry, pesawat Tv, pesawat radio dan masih banyak lagi.
Papa : Parjooo...!! (memanggil nama pembantunya). Bawa pemuda ini dan kirim dia dengan pesawat luar angkasa!!
--------------------------------------------------------
Obrolan Konyol Dalam Pesawat Telepon
Line 1 : Halo
Line 2 : Ya, hallo
Line 1 : Bisa bicara dengan salah sambung?
Line 2 : Ya, saya sendiri salah angkat
Line 1 : Oh maaf, rupanya saya salah bicara
Line 2 : Tak apa, saya juga salah dengar kok
Line 1 : Mungkin tadi salah pencet
Line 2 : Atau situ mungkin salah minum obat?
Line 1 : Tidak salah lagi! Ini pasti rumah sakit jiwa ya?
Line 2 : Salah besar! Di sini pusat rehabilitasi khusus otak konslet!
Line 1 : Ngung..... (salah naruh gagang telepon di sarang tawon hahaha)
----------------------------------------------------





Kisah Koplak Sekretaris Pesan Tiket Pesawat

Seorang direktur berusahaan multinasional menyuruh sekretarisnya menghubungi maskapai penerbangan untuk booking tiket jurusan Jakarta London. Sang sekretaris yang kurang cerdas namun sok tahu segera menelepon maskapai AA’ Airways. Tapi tampaknya telepon di seberang sana sedang digunakan sehingga dijawab oleh mesin otomatis: “Maaf, jurusan yang anda tuju sedang sibuk.”
“Maaf pak, jurusan Jakarta – London sedang sibuk,” kata sekretaris pada bossnya.
“Oke, kalau gitu coba hubungi maskapai BB’ Air,” kata direktur.
Sekretaris memenuhi permintaan si atasan dan menelepon BB’ Air. Karena tak ada yang mengangkat, kembali ada suara mesin penjawab otomatis: “Maaf, panggilan ini sementara dialihkan. Mohon tunggu beberapa saat...”
Sekretaris itupun melapor, “Maaf pak, jurusan Jakarta – London untuk sementara di alihkan.”
“Baiklah, coba kamu hubungi agen yang ini saja,” kata Pak Direktur seraya menyerahkan secarik kertas bertuliskan nomor telepon.
Sang sekretaris menerima kertas tersebut dan memencet tombol telepon sesuai nomor yang tertera. Karena kurang teliti, ada satu nomor terlewat sehingga untuk ketiga kalinya yang menjawab panggilan adalah operator otomatis: “Maaf, nomor yang Anda tuju tidak ada dalam layanan kami.”
Sang sekretaris mendekati bossnya dan dengan suara pelan bertanya, “Apa Bapak kemarin lupa kasih tips ke dia kok dia bilang tidak mau melayani Bapak lagi?”

---------------------------------------------------------
Humor Koplak Telepon Tercanggih
Seorang sales menawarkan seuah pesawat telepon yang katanya super canggih pada calon pembeli.
Sales : Ini telepon paling canggih di dunia lounching terbaru
Pembeli : Oh ya? Apa yang bisa dilakukan telepon ini?
Sales : Apa aja bisa. Selain buat nelpon, ponsel cerdas ini juga bisa SMS, kirim email, fax, video,update status dan masih banyak lagi.
Pembeli : Begini... saya ini blogger. Saya seorang blogger, saya cari teknologi yang bisa copas, nulis dan mosting artikel sekaligus mengoptimasi SEO Google secara otomatis.
Sales : Jangan khawatir, pesawat telepon ini sudah dilengkapi aplikasi canggih yang bisa mengetahui jalan pikiran penggunanya.
Pembeli : Begitu ya? Tapi sayang sekali, saya tidak bisa mengerti jalan pikiran pesawat telepon Anda.
---------------------------------------------------



Kelakar Kocak Iklan Seluler
Seorang marketing perusahaan advertising ternama sedang mempresentasikan konsep iklan kepada clientnya, direktur ParCell perusahaan operator seluler baru. Dengan perangkat multimedia canggih, diputarlah konsep iklan tersebut. Di layar, digambarkan seorang astronot tengah menelpon anak istrinya di rumah dari luar angkasa. Dan di akhir adegan, si astronot tampak mengacugkan jempol seraya berkata: “ParCell... Sinyal paling kuat menjangkau seluruh Galaksi!”
“ Konsep ini ingin menanamkan image pada konsumen bahwa ParCell adalah operator celuler dengan jangkauan sinyal paling luas tiada batas. Jika melihat tayangan iklan ini, jangankan orang... Allien aja pasti akan memakai kartu ParCell,” kata marketer mencoba berkelakar.
“Ide kalian sungguh brilliant,” puji direktur PT ParCell. “Tapi tolong telepon astronot Anda itu dan tanyakan, berapa jumlah populasi para alien dan apakah di luar angkasa sana juga bisa menerima siaran TV yang menayangkan iklan ini?”
--------------------------------------------------

Sabtu, 30 Juli 2016

Tes Observasi, Pengertian Dan Contoh

Teks Hasil Observasi

Istilah observasi berasal dan bahasa Latin yang berarti ”melihat” dan “memperhatikan”. Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Observasi menjadi bagian dalam penelitian berbagai disiplin ilmu, baik ilmu eksakta maupun ilmu-ilmu sosial, Observasi dapat berlangsung dalam konteks laboratoriurn (experimental) maupun konteks alamiah.
Observasi yang berarti pengamatan bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu masalah, sehingga diperoleh pemahaman atau sebagai alat re-checkingin atau pembuktian terhadap informasi / keterangan yang diperoleh sebelumnya.Sebagai metode ilmiah observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan fenomena-fenomena yang diselidiki secara sistematik. Dalam arti yang luas observasi sebenarnya tidak hanya terbatas kepada pengamatan yang dilakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengamatan tidak langsung misalnya melalui questionnaire dan tes
Sebagai metode ilmiah observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan fenomena-fenomena yang diselidiki secara sistematik. Dalam arti yang luas observasi sebenarnya tidak hanya terbatas kepada pengamatan yang dilakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengamatan tidak langsung misalnya melalui questionnaire dan tes. Observasi dapat dilakukan sesaat ataupun mungkin dapat diulang. Oleh sebab itu observasi hendaknya dilakukan oleh orang yang tepat. Dalam observasi melibatkan dua komponen yaitu si pelaku observasi yang lebih dikenal sebagai observer dan objek yang di observasi yang dikenal sebagai observee. Jadi dapat disimpulkan bahwa Observasi atau pengamatan adalah suatu cara mengumpulkan data melalui pengamatan indrawi, dengan melakukan pencatatan terhadap gejala-gejala yang terjadi pada objek penelitian secara langsung di tempat penelitian.
Tujuan Observasi
Pada dasarnya observasi bertujuan untuk mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian dilihat dan perspektif mereka terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut. Deskripsi harus kuat, faktual, sekaligus teliti tanpa harus dipenuhi berbagai hal yang tidak relevan. Observasi perlu dilakukan karena beberapa alasan, yaitu:
1.      Memungkinan untuk mengukur banyak perilaku yang tidak dapat diukur dengan menggunakan alat ukur psikologis yang lain (alat tes). Hal ini banyak terjadi pada anak-anak.
2.      Prosedur Testing Formal seringkali tidak ditanggapi serius oleh anak-anak sebagaimana orang dewasa, sehingga sering observasi menjadi metode pengukur utama.
3.      Observasi dirasakan lebih mudah daripada cara peugumpulan data yang lain. Pada anak-anak observasi menghasilkan informasi yang lebih akurat daripada orang dewasa. Sebab, orang dewasa akan memperlihatkan perilaku yang dibuat-buat bila merasa sedang diobservasi.
Bentuk-bentuk Observasi
            Berdasarkan pelaksanaan, observasi dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu:
1. Observasi Partisipasi
Yaitu observasi yang melibatkan peneliti atau observer secara langsung dalam kegiatan pengamatan di lapangan. Jadi, peneliti bertindak sebagai observer, artinya peneliti merupakan bagian dari kelompok yang ditelitinya.
2. Observasi Nonpartisipasi
Adalah observasi yang dalam pelaksanaannya tidak melibatkan peneliti sebagai partisipasi atau kelompok yang diteliti. Cara ini banyak dilakukan pada saat ini.
            Berdasarkan keterlibatan penelitinya, observasi dibagi menjadi:
1.      Observasi Biasa
Pada observasi biasa, pengamat merupakan orang yang sepenuhnya melakukan pengamatan (complete observer). Ia tidak memiliki keterlibatan apapun dengan pelaku yang menjadi objek penelitian.
2.      Observasi Terkendali
Dalam pengamatan terkendali (controlled observation), pengamat juga sepenuhnya melakukan pengamatan. Ia tidak memiliki hubungan apapun dengan objek yang diamatinya. Akan tetapi, berbeda dengan pengamatan biasa, pada pengamatan terkendali orang yang menjadi sasaran penelitian ditempatkan dalam suatu ruangan yang dapat diamati oleh peneliti. Dalam lingkungan yang terbatas tersebut pengamat mengadakan berbagai percobaan atas diri para sasaran penelitian.
Pengamatan terkendali umumnya dikembangkan untuk meningkatkan ketepatan dalam melaporkan hasil pengamatan. Dan biasanya, banyak digunakan dalam penelitian yang mengkhususkan perhatian pada usaha mengetahui sebanyak mungkin sifat kelompok kecil.
3.      Observasi Terlibat (Participant Observation)
Merupakan jenis pengamatan yang paling sering digunakan dalam penelitian antropologi. Dalam istilah Jerman disebut verstehen, yaitu suatu metode yang memungkinkan terjadinya keterlibatan seorang peneliti pada masyarakat yang dijadikan  objek penelitiannya.
Berdasarkan tingkat keterlibatan penelitinya, observasi terlibat dibedakan:
Ø  Pengamat sepenuhnya terlibat (complete participation)
Pada pengamatan jenis ini, pengamat sepenuhnya terlibat sehingga pelaku yang menjadi objek penelitian tidak mengetahui bahwa mereka sedang diamati.
Ø  Pengamat berperan sebagai peserta (observer as participant)
Pada observasi jenis ini, keterlibatan pengamat dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan objek yang diteliti masih ada. Namun keterlibatan ini bersifat sangat terbatas, karena pengamat berada di tempat penelitian hanya untuk jangka waktu pendek. Disbanding pengamatan penuh, pengamatan jenis ini relatif lebih mudah dan lebih cepat dilakukan.
Ø  Pengamat berperan sebagai pengamat (complete participant as observer)
Pada pengamatan jenis ini status pengamat selaku peneliti diketahui para pelaku yang menjadi objek penelitian.
            Berdasarkan cara pengamatan dilakukan, metode observasi dibagi dua jenis, yaitu:
1.      Observasi Tidak Berstruktur
Pada observasi yang tidak berstruktur, tidak ada suatu ketentuan mengenai apa yang harus diamati oleh pengamat. Sebelum mulai mengumpulkan data, pengamat juga tidak mempunyai format pencatatan atau ketentuan baku tentang cara-cara pencatatan hasil pengamatan. Observasi ini sering digunakan dalam penelitian-penelitian antropologi ataupun dalam penelitian yang sifatnya eksploratori.
2.      Observasi Berstruktur
Pada observasi berstruktur, apa yang hendak diamati telah direncanakan peneliti secara sistematis, sehingga isi pengamatan lebih sempit dan lebih terarah disbanding isi observasi tidak berstruktur. Dalam mengumpulkan data, peneliti berpedoman kepada format pencatatan atau ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
            Berdasarkan langsung atau tidaknya pengamatan dilakukan, metode observasi dibagi:
1.      Observasi Langsung (Direct Observation)
Pada observasi ini, observer langsung mengamati perilaku observee.
2.      Observasi Tidak Langsung (Indirect Observation)

Dalam observasi tidak langsung, observer mengamati perilaku observee secara tidak langsung, misalnya melalui rekaman video atau foto yang diambil oleh orang lain.
 Teknik Observasi
            Ada tiga jenis teknik pokok dalam observasi yang masing-masing umumnya cocok untuk keadaan-keadaan tertentu, yaitu:
1. Observasi Partisipan
Suatu observasi disebut observasi partisipan jika orang yang rnengadakan observasi (observer) turut ambil bagian dalam perikehidupan observer. Jenis teknik observasi partisipan umumnya digunakan orang untuk penelitian yang bersifat eksploratif. Untuk menyelidiki satuan-satuan sosial yang besar seperti masyarakat suku bangsa karena pengamatan partisipatif memungkinkankan peneliti dapat berkomunikasi secara akrab dan leluasa dengan observer, sehingga memungkinkan untuk bertanya secara lebih rinci dan detail terhadap hal-hal yang akan diteliti.  
2. Observasi Sistematik (Observasi Berkerangka)
Observasi sistematik biasa disebut juga observasi berkerangka atau structured observation. Ciri pokok dari observasi ini adalah kerangka yang memuat faktor-faktor yang telah di atur kategorisasinya lebih dulu dan ciri-ciri khusus dari tiap-tiap faktor dalam kategori-kategori itu.
a. Materi Observasi
Isi dan luas situasi yang akan diobservasi dalarn observasi sistematik umumnya lebih terbatas. Sebagai alat untuk penelitian desicriptif, peneliti berlandaskan pada perumusan-perumusan yang lebih khusus. Wilayah atau scope observasinya sendiri dibatasi dengan tegas sesuai dengan tujuan dan penelitian, bukan situasi kehidupan masyarakat seperti pada observasi partisipan yang umumnya digunakan dalam penelitian eksploratif.
Perumusan-perurnusan masalah yang hendak diselidikipun sudah dikhususkan, misalnya hubungan antara pengikut, kerjasama dan persaingan, prestasi be1aar, dan sebagainya. Dengan begitu kebebasan untuk memilih apa yang diselidiki sangat terbatas. Ini dijadikan ciri yang membedakan observasi sistematik dan observasi partisipan.
b. Cara-Cara Pencatatan
Persoalan-persoalan yang telah dirumuskan secara teliti memungkinkan jawaban-jawaban, respons, atau reaksi yang dapat dicatat secara teliti pula. Ketelitian yang tinggi pada prosedur observasi inilah yang memberikan kemungkinan pada penyelidik untuk mengadakan “kuantifikasi” terhadap hasil-hasil penyelidikannya. Jenis-jenis gejala atau tingkah laku tertentu yang timbul dapat dihitung dan ditabulasikan. Ini nanti akan sangat memudahkan pekerjaan analisis hasil.
3. Observasi Eksperimental
Observasi dapat dilakukan dalam lingkup alamiah/natural ataupun dalam lingkup experimental. Dalam observasi alamiah observer rnengamati kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa dan perilaku-perilaku observee dalam lingkup natural, yaitu kejadian, peristiwa, atau perilaku murni tanpa adanya usaha untuk mengontrol.
Observasi eksperimental dipandang sebagai cara penyelidikan yang relatif murni, untuk menyeidiki pengaruh kondisi-kondisi tertentu terhadap tingkah laku manusia. Sebab faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkah laku observee telah dikontrol secermat-cermatnya, sehingga tinggal satu-dua faktor untuk diamati bagaimana pengaruhnya terhadap dimensi-dimensi tertentu terhadap tingkah laku.
            Ciri-ciri penting dan observasi eksperimental adalah sebagai berikut :
• Observer dihadapkan pada situasi perangsang yang dibuat seseragam mungkin untuk semua observee.
            • Situasi dibuat sedemikian rupa, untuk memungkinkan variasi timbulnya tingkah laku yang akan diamati oleh observee.
            • Situasi dibuat sedemikian rupa, sehingga observee tidak tahu maksud yang sebenannya dan observasi.
            • Observer, atau alat pencatat, membuat catatan-catatan dengan teliti mengenai cara-cara observee mengadakan aksi reaksi, bukan hanya jumlah aksi reaksi semata.
4. Observasi NonPartisipan
Dalam hal ini peneliti berada di luar subyek yang diamati dan tidak ikut dalam kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Dengan demikian peneliti akan lebih leluasa mengamati kemunculan tingkah laku tersebut.
Keunggulan Observasi
Metode observasi memiliki sejumlah keunggulan , di antaranya adalah:
a.                   Menyajikan media obyek secara nyata tanpa manipulasi
b.                  Mudah pelaksanaannya
c.                   Tidak bergantung kepada self-report
d.                  Memungkinkan pencatatan yang serempak dengan terjadinya sesuatu gejala
e.                  Data yang dikumpulkan dari teknik observasi ini cenderung mempunyai keandalan yang tinggi karena langsung dari sumbernya
f.                    Melalui observasi, pengamat dapat mengidentifikasikan dan menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan penelitian yang berlangsung
g.                   Mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang konteks yang akan diteliti
h.                 Memungkinkan peneliti untuk bersikap terbuka, berorientasi pada pembuktian dan mempertahankan pilihan untuk mendekati permasalahan secara induktif
i.                     Mendapatkan informasi yang tidak disadari oleh subjek peneltiian
j.                    Mendapatkan data-data yang tidak terungkap melalui wawancara.
Kelemahan Observasi
Metode observasi memiliki sejumlah kelemahan, di antaranya adalah:
a.                   Memerlukan waktu persiapan yang lama
b.                  Memerlukan biaya dan tenaga yang lebih besar dalam pelaksanaannya
c.        Obyek yang diobservasi akan menjadi sangat kompleks ketika dikunjungi dan mengaburkan tujuan pembelajaran.
d.                  Terbatasi oleh lamanya kelangsungan kejadian yang bersangkutan.
Menurut Djumhur dan Moh. Surya observasi juga mempunyai kelemahan - kelemahan, yaitu:
·           Banyak data pribadi yang tidak terungkap, misalnya kehidupan pribadi yang rahasia
·     Memungkinkan terjadi ketidak-wajaran apabila yang diobservasi mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi
·          Observasi banyak tergantung dari faktor yang tidak terkontrol
·          Subjektifitas observer sukar dihindarkan.
Upaya-upaya mengatasi kelemahan dalam observasi yaitu :
·         Data-data yang belum terungkap bisa kita resume guna menambah kelengkapan data yang akan kita gunakan. Setelah data-data yang teresume tersebut sudah selesai kita bisa meminta bantuan misalnya dari keluarga, teman-temannya, sahabat dekatnya.
·          Sebagai seorang peneliti harus benar-benar bisa menjaga kerahasiaan dirinya, ini dimungkinkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya jika identitas observer terbongkar maka pihak yang diteliti merasa tidak nyaman dan akan menghindar dari penelitian yang dilakukan observer yang nantinya akan menghambat proses observasi

Contoh : Teks Laporan Hasil Observasi.
1. Jenis – Jenis Minuman
Minuman adalah segala sesuatu yang dapat di konsumsi dan dapat menghilangkan rasa haus, biasanya berbentuk cair. Minuman dapat dibedakan berdasarkan khasiatnya sebagai obat atau tidak, penggunaan pewarna, dan produksi yang menghasilkan minuman tersebut.
Minuman ada yang berkhasiat bagi tubuh, ada juga yang hanya sebagai penghilang rasa haus. Minuman yang berkhasiat bagi tubuh dapat dibuat sendiri, bisa dibuat dari sayuran dan buah- buahan yang diblender dan menghasilkan jus. Jus banyak mengandung vitamin dan serat yang baik untuk kesehatan, dan bermanfaat bagi daya tahan tubuh. Minuman yang hanya menghilangkan rasa haus juga banyak beredar, seperti air putih dalam kemasan yang diminum dalam keadaan haus atau minuman kemasan yang tidak mengandung vitamin dan serat.
Minuman banyak warnanya, pewarna yang digunakan ada yang alami ada juga yang buatan. Pewarna alami adalah pewarna yang mengandalkan bahan – bahan yang tersedia di alam, seperti kunyit yang menghasilkan warna kuning. Biasanya digunakan untuk minuman yang berkhasiat bagi tubuh, contohnya digunakan pada jamu. Pewarna buatan adalah pewarna yang terbuat dari bahan kimia ataupun bahan alami yang diproses secara kimiawi, seperti pewarna tartrazin yang menghasilkan warna kuning. Biasanya digunakan untuk minuman yang diproduksi secara massal di pabrik, contohnya minuman – minuman yang dijual di supermarket.
Minuman yang beredar, ada yang diproduksi secara massal di pabrik ada juga yang dibuat di industri rumahan. Minuman produksi pabrik jika dilihat dari tampilannya, kemasan yang digunakan lebih menarik, terdapat nama pabrik dan kode produksinya, terdapat tanggal kadaluarsa, dan terdapat bar kode untuk penjualan di supermarket. Sedangkan minuman produksi rumahan, kemasan yang digunakan sederhana, tidak ada bar kode yang digunakan untuk penjualan di supermarket, dan jarang mencantumkan tanggal kadaluarsa pada kemasannya.
2. Kebersihan Lingkungan Komplek Perumahan
Kebersihan lingkungan merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari ehidupan manusia. Kebersihan lingkungan menciptakan lingkungan yang sehat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit.
Kondisi kebersihan lingkungan di Perumahan Cendana sangat baik. Selokan terpelihara dengan baik dan tidak mampat/ tersumbat. Tempat pembuangan sampah pun sudah ada di tiap depan rumah warga. Tempat pembuangan sampah berupa tong besar atau drum. Kondisinya juga terawat sehingga tidak menimbulkan bau tidak sedap. Petugas kebersihan mengambil sampah setiap tiga hari sekali. Selain itu, setiap satu bulan sekali warga Perumahan Cendana melakukan kerja bakti membersihkan selokan dan rumput-rumput liar di sekitar perumahan.
Kebersihan lingkungan tidak sulit untuk diterapkan apabila kita membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Budaya hidup yang bersih dan sehat akan mendatangkan banyak manfaat bagi manusia. Kita dapat menjalankan aktivitas hidup yang sehat, produktif, dan pada gilirannya menggapai kesuksesan.
3. Manfaat Pupuk Kandang.
Pupuk kandang merupakan pupuk yang paling mudah didapatkan. Pupuk kandang ini bisa didapatkan dari kotoran hewan ternak seperti ayam, kambing, kelinci, marmot, atau sapi. Pupuk kandang selain mudah didapat dan murah juga ternyata lebih bagus dibandingkan dengan pupuk kimia.
Tanaman yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang ternyata lebih kuat terhadap penyakit dan subur. Daun dan bunga pada tanaman yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang lebih banyak. Tanaman pun terlihat kuat dan sehat. Sedangkan tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia memiliki daun dan bunga yang lebih sedikit.
Pupuk kandang ternyata mampu menjaga unsur keseimbangan unsur hara dalam tanah sehingga tanaman tetap mendapatkan nutrisi secara seimbang. Berbeda dengan pupuk kimia yang bisa membuat tanah menjadi rusak.
Catatan.
* Teks observasi adalah teks yang menjelaskan hasil pengamatan atau penelitian
* Judul teks harus dibuat menarik, jelas, singkat, dan padat.
* Bahasa yang digunakan dalam teks laporan observasi harus singkat, padat, dan jelas.
* Teks laporan informasi yang disajikan harus sesuai dengan fakta yang didapatkan dari hasil penelitian.
* Informasi yang disampaikan harus menyeluruh dengan membahas objek tunggal.
* Struktur teks laporan obervasi mencakup : Judul, Klasifikasi Umum/ Definisi umum, Aspek yang diamati/deskripsi bagian.

BACA : http://ayocaritauaja.blogspot.com/2018/07/garam-krosok-juwana-pati.html

Paper Trick

Video berikut tentang berbagai macam trik-trik rahasia dibalik kertas, lebih jelasnya silakan disimak videonya..




Bagaimanakah Proses Terjadinya Hujan ?

Bagaimanakan hujan bisa terjadi? Bagaimanakan prosesnya? Berikut penjelasannya . . .
 Proses Terjadinya Hujan

Proses terjadinya hujan adalah gelaja alam yang membentuk perputaran air di bumi.
Ketika hujan turun, hujan akan melewati beberapa tahap melalui berbagai proses terjadinya hujan agar proses hujan bisa berjalan secara maksimal dan hujan akan turun pada kurun waktu yang tepat sehingga tidak mencemaskan warga diseluruh dunia menunggu kedatangan hujan yang selalu ditunggu. Hujan memiliki beberapa tahapan untuk menjadi hujan yang sempurna dengan beberapa proses terjadinya hujan.
Berikut adalah proses terjadinya hujan :


1.  Panas matahari (Air Menguap)
Matahari adalah sebagian dari isi alam. Matahari yang selalu menyinari bumi dengan teriknya yang menimbulkan efek panas, sehingga panasnya matahari bisa air danau, sungai dan laut menguap ke udara. Selain dari air danau sungai dan laut air yang menguap ke udara juga bisa disebabkan juga dari tubuh manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan benda-benda lain yang mengandung air.
2. Suhu udara yang tinggi (Uap air menjadi padat – terbentuk awan)
Suhu udara di indonesia termasuk ke golongan suhu udara yang tinggi akibatnya panas matahari akan membuat uap air tersebut mengalami kondensasi (pemadatan) dan menjadi sebuah embun. Embun terbentuk dari titik-titik ir kecil sehingga suhu udara semakin tinggi membuat titik-titik dari embun semakin banyak berkumpul memadat dan akan membentuk menjadi awan.   Menurut kajian Neilburger tahun 1995, pada tahapan ini, tetes-tetes air memiliki ukuran jari-jari sekitar 5-20 mm. Dalam ukuran ini tetesan air akan jatuh dengan kecepatan 0,01-5 cm/detik sedangkan kecepatan aliran udara ke atas jauh lebih tinggi sehingga tetes air tersebut tidak akan jatuh ke bumi.
3. Dengan bantuan angin (Awan kecil menjadi awan besar)
Adanya angin dari udara yang menyebabkan tiupan yang akan membantu awan-awan bergerak ke tempat yang lain. Pergerakan angin memberikan pengaruh besar terhadap awan  sehingga membuat awan kecil menyatu dan kemudian membentuk awan yang lebih besar lagi lalu bergerak ke langit atau ke tempat yang memiliki suhu lebih rendah. Dan semakin banyak butiran awan yang terkumpul awan akan berubah warna menjadi semakin kelabu.
4. Terbentuk lah hujan
Dan setelah awan semakin kelabu akibatnya titik-titik air semakin berat dan tidak terbendung lagi akan membuat butiran-butiran air tadi jatuh ke bumi sehingga terjadilah hujan.





Mungkin ini Parkir VIP??

Seseorang terlihat memarkir kendaraannya, lalu apa yang terjadi berikutnya? Mari kita lihat..

Proses Membuat Kerajinan Kaca


Bagi yang penasaran bagaimana proses membuat kerajinan kaca, berikut bisa disimak video nya..