Tampilkan postingan dengan label Contoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juli 2018

Contoh Khutbah Jumat "Haji"

الحمد لله الذي جَعَلَ كَلِمَةَ التَوْحِيْدِ لِعِبَادِهِ حِرْزاً وَحِصْناً. وَجَعَلَ الْبَيْتَ الْعَتِيْقَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْناً، وَأَكْرَمَهُ بِالنِّسْبَةِ إِلَى نَفْسِهِ تَشْرِيْفاً وَتَحْصِيْناً وَأَمْناً، وَجَعَلَ زِيَارَتَهُ وَالطَوَافَ بِهِ حِجَاباً بَيْنَ اْلعَبْدِ وَبَيْنَ العَذَابِ وَمَجْناً، وَالصَّلاَةُ عَلَى مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ وَسَيِّدِ الأُمَّةِ وَعَلَى آلهِ وَصَحْبِهِ قَادَةِ الْحَقِّ وَسَادَةِ الخَلْقِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْماً كَثِيْراً. أما بعد…
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ (197) الحجوَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ (52) المؤمنون
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah….
Alhamdulillah, Allah SWT masih melimpahkan karunia dan nikmatNya kepada kita. Perlunya kita mensyukuri kembali nikmat-nikmat ini dengan memperbanyak beribadah. Tidak hanya bersyukur secara lisan saja, akan tetapi kita harus manivestasikan dengan gerak, amal dan kegiatan yang nyata.

Kebersamaan dan Kesatuan
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah….
Pada bulan Dzul Hijjah -bulan yang dikenal dengan symbol pengorbanan, perjuangan dan puncak ibadah- kita menyaksikan jutaan umat Islam dari seluruh dunia hadir di Makkah Al-Mukarramah untuk menteladani jejak Nabiullah Ibrahim as dan Rasulullah Muhammad SAW.
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ (27)
27.  Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. QS 22:27
Dalam Syari’at Islam, banyak kita temukan bentuk ibadah yang menunjukkan sebuah kesatuan dan persatuan ummat ini. Seperti sholat Jama’ah, sholat Jumu’at, sholat kusuf (gerhana), sholat istisqa dan puasa Ramadhan. Ibadah-ibadah ini memuat makna kebersamaan, ketaatan dan persatuan. Ada gerak dan kegiatan yang sama. Ruku’ bersama, sujud bersama, kumpul bersama, disiplin dalam berbuka dan sahur. Bahkan hal ini seperti miniature pemerintahan dan Negara. Ada pemimpin, ada yang dipimpin, ada aturan dan system yang harus dipatuhi.

Persatuan dan Kesatuan Ummat adalah Keniscayaan
Ma’asyiaral Muslimin Rahimakumullah….
Tabiat ummat ini adalah satu kesatuan yang tidak dibenarkan bercerai berai. Mereka adalah bak bangunan yang kokoh. Bagian yang satu saling menguatkan bagian yang lain. Semen, bata, pasir, air dan besi merupakan kesatuan unsure perekat bangunan. Unsure yang menguatkan dan mengokohkan bangunan tersebut bila bersatu dalam satu kesatuan. Oleh karenanya, Rasululllah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ. رواه البخاري
Dari Abu Burdah bin Abdullah bin Abu Burdah, dari kakeknya, dari Abu Musa ra, Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin bagi mukmin yang lain seperti bangunan yang satu sama yang lain saling menguatkan. Dan beliau mengeratkan jari jemarinya. HR Imam Al-Bukhari
Ummat ini juga digambarkan oleh Rasulullah SAW seperti satu jasad. Setiap organ tubuh saling memerlukan dan saling sinergi dalam satu kesatuaan yang sempurna. Baik dalam suka maupun duka. Di saat salah satu oragan tubuh kita ada yang sakit, pasti akan berpengaruh pada organ tubuh yang lain. Bila gigi kita ada yang sakit, maka akan berpengaruh pada saraf mata, selera makan turun dan kenyamanan tidur terganggu. Akan tetapi seluruh organ tubuh saling memahami dan ikut larut dalam rasa duka dan sakit.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah….
Betapa indah, ketika kita menemukan keharmonian yang sempurna dalam tubuh ummat ini. Saling mengasihi, saling tolong menolong dan saling menguatkan satu sama lain. Larut dalam duka dan suka saudara-saudaranya seiman. Rasulullah SAW ketika mengikat perjanjian dengan Kaum Anshar sempat bersabda:
…فَهَلْ عَسَيْتَ إِنْ نَحْنُ فَعَلْنَا ذَلِكَ ثُمَّ أَظْهَرَكَ اللهُ أَنْ تَرْجِعَ إِلَى قَوْمِكَ وَتَدَعَنَا قَالَ فَتَبَسَّمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ بَلِ الدَّمُ الدَّمُ وَالْهَدَمُ الْهَدَمُ أَنَا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مِنِّيْ أُحَارِبُ مَنْ حَارَبْتُمْ وَأُسَالِمُ مَنْ سَالَمْتُمْ. تهذيب سيرة ابن هشام، 1/130
“Bila kami melakukan itu semua kemudian Allah memenangkan engkau, apakah engkau akan kembali ke kaummu dan meninggalkan kami. Rasulullah SAW senyum kemudian bersama: “akan tetapi darah dengan darah, kehancuran dengan kehancuran, aku bagian dari kamu dan kamu bagian dariku, aku akan memerangi kaum yang kamu perangi dan berdamai dengan kaum yang kamu berdamai dengan mereka. (Tahdziib, Sirah Ibnu Hisyam)
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى. رواه مسلم
“Dari An-Nu’man bin Basyir berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kecintaan mereka, kasih mengasihi di antara mereka dan saling tolong menolong seperti jasad. Apabila satu organ merasa sakit maka berpengaruh terhadap seluruh jasad dengan jaga (tidak bisa tidur) dan panas. HR Imam Muslim

Haji Simbol Persatuan Dunia Islam
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Seruan dan panggilan qurani terhadap orang-orang beriman juga mengisyaratkan adanya persatuan dan kesatuan. Karena selalu menggunakan bentuk jama’ (Plural) sebelum perintah dan larangan. Dan yang merupakan simbol persatuan ummat dalam syari’at adalah ibadah haji. Di mana seluruh ummat Islam dari bermacam bangsa, beragam bahasa dan berbeda warna hadir di tanah suci Makkah dalam rangka melakukan ibadah haji. Mereka berpakaian serba putih, yang merupakan warna koustum ihram yang disunnahkan. Mereka berkumpul di tempat yang sama pada saat wuquf. Mereka disatukan oleh ruang dan lorong waktu untuk melakukan kegiatan ibadah haji ini.
Inilah fenomena persatuan dunia Islam dalam bingkai ibadah. Dan yang seharusnya bisa dipraktekan dalam kehidupan ummat Islam secara internasional dan regional. Haji yang merupakan ibadah yang menitik beratkan unsur maliyah (harta) dan jasadiyah (fisik) harus menjadi inspirasi ummat ini untuk membangun jaringan di antara mereka yang menuju terbentuknya “Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafuur” dan selanjutnya lahir “Pemerintahan Ala Manhajin Nubuwwah” atau “Khilafah Islamiah” yang menjadi soko guru dunia.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah….
Untuk menuju proyek besar ummat ini, perlu langkah-langkah berikut ini:
  • Pemahaman yang utuh tentang makna ibadah haji
  • Implementasi makna haji dalam kehidupan sehari-hari
  • Pemanfaatn musim haji untuk sharring dan koordinasi ulama dan umara
Tiga hal ini bila dilakukan oleh setiap muslim akan memudahkan lahirnya persatuan dan kesatuan dunia Islam. Minimal adanya persatuan ummat secara regional. Karena tiga hal ini merupakan cerminan dari usaha islamisasi kehidupan dan merapatkan barisan diantara tokoh, pemimpin dan cendikiawan ummat. Haji mabrur yang merupakan target tertinggi dalam ibadah haji adalah predikat yang inherent dengan adanya perubahan dan perbaikan dalam diri orang yang melaksanakan ibadah haji. Inilah makna islamisasi kehidupan.
Semoga kita menjadikan ibadah haji dan maknanya sebagai sarana perbaikan menuju proyek persatuan dan kesatuan ummat, baik secara regional maupun International.
بَارَكَ اللهُ لَنَا وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَاكُمْ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَنَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ فَإِنَّهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ.


BACA : http://ayocaritauaja.blogspot.com/2018/07/garam-krosok-juwana-pati.html

METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi Penelitian: Pendekatan, Jenis & Contoh


Metodologi penelitian merupakan prinsip dasar tentang metode riset yang diterapkan dalam proses penelitian. Metodologi berbeda dengan metode. Kedua istilah tersebut memang sering kali digunakan secara bergantian karena memiliki arti yang mirip. Ilmuwan sosial bernama Andrew Abbott (2001) membedakan definisi kedua istilah tersebut sebagai berikut: metodologi merupakan prinsip dasar, sedangkan metode adalah teknik penerapannya.
Postingan ini akan membahas tentang metodologi penelitian, khususnya dalam riset sosial. Saya menggunakan usulan definisi Andrew Abbott mengenai metodologi penelitian sosial karena mudah dipahami. Sebagai prinsip dasar, pembahasan di postingan ini akan menekankan pengertian dan prinsip-prinsip yang pokok dari suatu metode.

Metodologi, secara etimologi bisa diartikan sebagai ilmu tentang metode. Peneliti yang menguasai metodologi penelitian bisa dianggap menguasai bagian paling fundamental dari proses penelitian. Teknik penerapan metodologi penelitian bisa disebut sebagai metode. Dengan kata lain, istilah metode sama dengan teknik. Sebagai contoh, ”metode analisis data” bisa juga kita sebut ”teknik analisis data”.
Dalam penulisan proposal atau laporan penelitian, bab metodologi tidak hanya meliputi metode, namun lebih dari itu, seperti sampel dan populasi misalnya. Postingan ini akan membagi pembahasan ke dalam dua bagian,yaitu pendekatan dan jenis penelitian yang disertai contoh. Struktur pembahasannya sebagai berikut:
Pendekatan penelitian
  • Kuantitatif
  • Kualitatif
  • Campuran/gabungan/mix method

Jenis & contoh metodologi penelitian

  • Penelitian survey
  • Penelitian eksperimental
  • Penelitian cross-sectional
  • Penelitian longitudinal
  • Penelitian grounded
  • Penelitian fenomenologi
  • Penelitian etnografi
  • Penelitian naratif
  • Studi kasus
  • Penelitian komparatif
Kita mulai dengan pendekatan penelitian, dilanjutkan dengan jenis metodologi penelitian. Tiga pendekatan penelitian berikut lumrah dipelajari dalam metode penelitian sosial.

Pendekatan penelitian

Kuantitatif

Pendekatan penelitian kuantitatif menggunakan desain riset yang juga kuantitatif. Pendekatan ini menitikberatkan pada aspek numerik sebagai datanya, baik dalam proses pengumpulan maupun hasil analisisnya.
Pendekatan penelitian kuantitatif diterapkan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang bisa dikuantifikasi atau diukur dengan angka. Sebagai contoh, penelitian tentang “Tingkat ketimpangan sosial di Indonesia”. Ketimpangan sosial merupakan variabel yang bisa diukur dengan angka.
Pendekatan kuantitatif umumnya menerapkan proses deduksi dalam hubungan antara data dan teori. Deduksi artinya, penarikan kesumpulan dimulai dari adanya teori yang berada di kepala peneliti untuk kemudian diuji dengan data di lapangan.
Sebagai contoh, penelitian tentang kesenjangan sosial. Peneliti memiliki teori yang diperoleh dari penelitian sebelumnya bahwa ”kesenjangan sosial diakibatkan oleh tingginya tingkat urbanisasi”. Teori tersebut diuji di lapangan melalui metode yang diterapkan, misalnya menghitung hubungan antara tingkat urbanisasi dengan gap pendapatan daerah antara desa dan kota.
Proses ini mirip seperti proses penelitian dalam ilmu alam. Model penelitiannya bisa disebut sebagai positivisme, dimana realitas sosial sebagai objek yang terpisah dari pengalaman peneliti. Beberapa pertanyaan yang sekiranya bisa dijawab secara kuantitatif selayaknya menggunakan pendekatan kuantitatif.
Kualitatif
Pendekatan kualitatif menekankan pada aspek kualitas. Artinya, mengelaborasi makna sosial dan kultural yang tidak mudah diukur dengan angka untuk menjelaskan fenomena yang ditelitinya. Data penelitian kualitatif biasanya bersifat deskriptif atau naratif.
Jelas bahwa pendekatan ini diterapkan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang bersifat kualitatif. Sebagai contoh, penelitian tentang “Seni mural sebagai kritik sosial”. Bagaimana para seniman jalanan mengekspresikan kritik sosialnya melalui seni mural tidak bisa diukur dengan angka. Oleh karena itu, riset seperti ini lebih relevan menggunakan pendekatan kuantitatif.
Bila ditarik ke titik ekstrim, pendekatan kualitatif bisa disebut sebagai kebalikan dari pendekatan kuantitatif. Sebenarnya, para peneliti berdebat soal hal ini. Saya menggunakan penjelasan yang ekstrim untuk mempermudah pemahaman saja. Misal, bila riset kuantitatif cenderung menerapkan proses deduktif dalam menjelaskan hubungan antara teori dan data, maka riset kualitatif cenderung menerapkan proses induksi.
Proses induksi artinya, penarikan kesimpulan berasal dari data lapangan. Dengan kata lain, teori muncul sebagai produk temuan lapangan. Prosesnya dimulai dengan turun ke lapangan untuk mengumpulkan data. Data yang telah terkumpul diolah sehingga menjadi suatu teori.
Secara ekstim pula, pendekatan kualitatif menolak model penelitian ilmu alam yang positivistik. Dalam ilmu sosial, menurut pendekatan ini, peneliti sebagai individu memiliki peran sebagai interpreter dunia sosial. Artinya, realitas sosial merupakan bagian dari pengalaman peneliti.
Campuran atau mix method
Pendekatan campuran merupakan gabungan antara pendekatan penelitian kuantitatif dan kuantitatif. Beberapa kalangan ilmuwan sosial cukup skeptis pada pendekatan yang ketiga ini. Skeptisisme mereka biasanya dibangun di atas asumsi bahwa tidak mungkin kedua pendekatan diterapkan bersamaan secara seimbang.
Pada kenyataannya memang penerapan mix method selalu menitikberatkan pendekatan yang satu dan menempatkan pendekatan yang lain sebagai pelengkap saja. Inilah yang menjadi dasar munculnya pandangan skeptis pada pendekatan campuran.
Pembedaan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif juga tak disetujui oleh beberapa ilmuwan sosial. Sebagaimana telah disinggung di awal, postingan ini hanya untuk membangun pemahaman awal saja tentang metodologi penelitian, bukan membahas lebih jauh tentang debat metodologis.
Pendekatan campuran diterapkan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang apabila tidak dijawab dengan menggunakan kombinasi antara kuantitatif dan kualitatif, hasil penelitian akan dianggap kurang valid atau kurang berkualitas.
Pertimbangan ini tentu harus didasarkan pada ketersediaan data dan kemampuan peneliti untuk mengombinasikan pendekatan keduanya. Tentu saja tidak mudah mengombinasikan jenis data yang berbeda bahkan kadang saling bertolak belakang.
Contoh penelitian yang bisa menerapkan pendekatan gabungan, misalnya penelitian tentang ”Daya tahan masyarakat Merapi dalam menghadapi resiko bencana gunung Meletus”. Jika peneliti yakin bahwa kombinasi data kualitatif dan kuantitatif adalah cara terbaik untuk menjawab rumusan masalahnya, maka mix method relevan digunakan.

Penjelasan berikutnya adalah jenis-jenis metodologi penelitian disertai contohnya. Penjelasan ini merupakan ringkasan dari versi yang lebih panjang yang telah saya tulis di beberapa postingan blog sebelumnya. Ada sebelas jenis metodologi penelitian. Oleh karena jenis penelitian yang dibahas di sini masuk dalam postingan metodologi penelitian, maka saya akan lebih menekankan pada pengertian atau definisinya, ketimbang teknik implementasinya.

Jenis dan contoh metodologi penelitian

Penelitian survey

Metodologi penelitian survey merupakan bagian dari penelitian kuantitatif yang data primernya dikumpulkan menggunakan angket atau kuesioner sebagai instrumen penelitiannya. Desain kuesioner penelitian survey ditujukan pada individu yang menjadi responden.
Responden penelitian survey merupakan sampel penelitian yang mewakili populasi. Perlu diketahui perbedaan antara populasi dan sampel di sini. Populasi merupakan keseluruhan penduduk, sedangkan sampel adalah mereka yang mewakilinya. Mereka yang dipilih sebagai sampel harus representatif. Oleh karena itu, peneliti menerapkan teknik sampling yang relevan untuk mendapatkan sampel yang representatif.
Contoh penelitian yang bisa menerapkan metodologi survey, misalnya penelitian tentang ”Persiapan Usaha Kecil Menegah (UKM) di Jakarta dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN”. Kuesioner didesain untuk ditujukan kepada beberapa UKM di Jakarta yang menjadi sampel penelitian.
Penelitian eksperimental
Jenis metodologi penelitian ini juga merupakan tipikal riset kuantitatif. Peneliti melakukan eksperimen dengan tujuan yang jelas, misalnya ingin melihat efektivitas program yang akan diterapkan atau tidak nantinya.
Metodologi penelitian eksperimental umumnya membagi objek penelitian ke dalam dua kelompok. Satu kelompok dimanfaatkan sebagai target, sedangkan kelompok yang lain sebagai kontrol. Kelompok target yang dimaksud adalah target eksperimen.
Kelompok kontrol berfungsi sebagai pembanding outcome dengan kelompok target. Hasil perbandingan antara dua kelompok inilah yang merupakan hasil riset eksperimental. Contoh penelitian yang bisa menerapkan metodologi eksperimental, misalnya penelitian tentang “Pengaruh Ruang Terbuka Hijau terhadap Penurunan Tingkat Agresivitas Warga Kota”.
Peneliti pada mulanya mendefinisikan dua kota yang masyarakatnya punya kareakteristik relatif sama. Misalnya, sama-sama agresif dan cepat marah. Di salah satu kota yang dijadikan target, peneliti membangun beberapa ruang terbuka hijau. Kota satunya berperan sebagai kelompok kontrol. Hasilnya akan menunjukkan apakah ada perbedaan tingkat agresivitas yang signifikan.

Penelitian cross-sectional

Penelitian cross-sectional pada dasarnya mirip dengan penelitian survey. Tipikal penelitian ini juga kuantitatif. Istilah cross-sectional menekankan pada variasi dari hasil keterlibatan beberapa variabel. Penelitian cross-sectional pada umumnya menganalisis lebih dari satu kasus pada saat yang bersamaan.
Variasi yang ingin dilihat dengan mennerapkan jenis penelitian ini bisa meliputi variasi antar individu, keluarga, organisasi, negara dan sebagainya. Konsekuensinya, sampel penelitian harus berukuran besar dan memungkinkan untuk ditemukannya varian antar kasus atau variabel.
Contoh riset yang bisa menerapkan jenis penelitian ini, misalnya, ”Kualitas Hidup Masyarakat di Negara-Negara ASEAN”. Penelitian ini dapat dimulai dengan pengumpulan data statistik. Bisanya, peneliti menggunakan data set yang sudah tersedia. Data tersebut menunjukkan beberapa variabel yang akan dianalisis di semua atau beberapa negara ASEAN.

Penelitian longitudinal

Penelitian longitudinal merupakan desain penelitian yang diterapkan untuk mengukur suatu perubahan atau perkembangan fenomena dalam jangka panjang. Metodologi penelitian ini bisasanya menerapkan survey untuk mengumpulkan data dari sampel penelitian. Penelitian longitudinal bisa dikatakan tidak sering dilakukan dalam penelitian sosial. Biaya dan waktu yang dibutuhkan penelitian ini tergolong sangat tinggi.
Pada penelitian longitudinal, peneliti menerapkan survey kepada beberapa responden yang menjadi sampel. Dalam jangka waktu yang telah ditentukan, sampel penelitian harus didatangi lagi minimal sekali untuk survey. Penelitian longitudinal dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu studi panel dan studi cohort.
Panel studi mengambil sampel secara random. Biasanya sampel merupakan representasi dalam skala nasional atau aspek geografis tertentu. Cohort studi mengambil sampel secara random namun berdasarkan karakteristik yang sama atau mirip, misalnya lahir pada tanggal yang sama atau minggu yang sama. Keduanya hanya dibedakan berdasarkan proses pengumpulan datanya.
Penelitian grounded atau grounded research
Berbeda dengan beberapa jenis metodologi penelitian sebelumnya, jenis penelitian grounded merupakan tipikal riset kualitatif. Penelitian ini menekankan pada intensi untuk menghasilkan teori baru yang berasal atau ”grounded” pada data lapangan. Dengan kata lain, teori lahir dari keterlibatan partisipan yang menghasilkan data lapangan.
Peneliti yang menerapakan jenis riset ini tidak menggunakan konsep atau teori yang telah diketahui dari literatur atau sumber lain. Peneliti meninggalkan teorinya karena yakin, data lapangan bisa menunjukkan teori baru yang lebih tinggi validitasnya. Teori baru yang dihasilkan menyiratkan upaya eksplorasi data yang mendalam dalam proses pengumpulan dan analisisnya.
Jenis penelitian ini lahir dari disiplin sosiologi. Pada umumnya, peneliti mempelajari tindakan dan interaksi sosial yang terjadi sebagai fokus penelitiannya. Penelitian ini melibatkan beberapa individu sebagai partisipan penelitian.

Penelitian fenomenologi

Penelitian fenomenologi mirip dengan penelitian grounded. Apabila grounded melibatkan intensi untuk mengeksplorasi sehingga menemukan teori baru, penelitian fenomenologi lebih cenderung deskriptif dan elaboratif saja.
Peneliti yang menerapkan fenomenologi berusaha untuk memahami esensi dari pengalaman partisipan penelitian. Esensi dari pengalaman ini umumnya bisa diketahui melalui observasi partisipatoris dan wawancara mendalam. Esensi dari pengalaman individu adalah fokus penelitian fenomenologi.
Contoh penelitian fenomenologi, misalnya riset tentang ”Eksistensi Komunitas Yahudi di Indonesia”. Untuk memahami bagaimana pengalaman mereka menjadi minoritas di negara yang agamanya tidak diakui oleh pemerintah dan mungkin juga masyarakat, penelitian fenomenologi bisa diterapkan.

Penelitian etnografi

Penelitian etnografi menitikberatkan pada upaya peneliti untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan kelompok kultural tertentu. Istilah “etno” menggambarkan adanya pola kultural yang diyakini dan dipraktikan oleh kelompok tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian ini juga tipikal kualitatif.
Studi etnografi banyak diterapkan dalam penelitian sosiologi dan antropologi. Kelompok yang dipelajari tidak selaku kelompok etnis yang tradisional, namun bisa pula kelompok modern yang dibangun dengan kesamaan kultur modern tertentu.
Contoh studi etnografi, misalnya penelitian tentang ”Kesadaran Lingkungan di Kalangan Backpacker”. Etnografi bisa digunakan sebagai metodologi sekaligus teknik analisis untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan bagaimana kelompok independent traveller atau backpacker ini memaknai problem lingkungan.

Penelitian naratif

Penelitian naratif fokus pada pengalaman hidup individu. Studi yang menerapkan jenis penelitian ini mirip dengan studi biografi. Bahkan beberapa peneliti menyebut bahwa riset naratif merupakan cara terbaik menghasilkan buku biografi.
Eksplorasi penelitian jenis ini dilakukan untuk menggali pengalam hidup individu yang diteliti. Pengalaman hidup tersebut diungkapkan melalui cerita berdasarkan ingatan. Metode wawancara mendalam dan riset dokumen menjadi teknik pengumpulan data yang utama. Meskipun fokus penelitiannya pada pengalaman individu, peneliti bisa melibatkan lebih dari satu individu. Perlu ditekankan di sini, keterlibatan partisipan lebih dari satu tidak dimaksudkan sebagai pembanding.
Contoh penelitian yang bisa menerapkan jenis ini, misalnya tentang ”Hidup di Kapal Karam: Pengalaman Dua Pengungsi dari Myanmar”, dimana peneliti mengangkat kisah hidup dua pengungsi rohingnya yang menyebrangi laut dan kapalnya karam.
Seperti yang telah disampaikan di awal, riset ini bisa digunakan untuk menulis biografi. Tapi riset ini lebih sesuai disebut dengan penelitian yang bersifat biografis.
Studi kasus
Jenis metodologi penelitian studi kasus dilakukan untuk penelitian yang berupaya mengembangkan pemahaman dengan cara mendeskripsikan secara mendalam sebuah kasus yang menjadi fokus penelitian. Penelitian studi kasus melibatkan pemahaman mendalam peneliti terhadap suatu kasus yang diteliti.
Kasus yang diteliti dengan menggunakan jenis metodologi ini bisa berupa peristiwa, program, dan aktivitas yang terjadi pada lokasi dan tempat yang spesifik. Individu yang memiliki pengalaman atau pengetahuan terkait kasus yang diteliti menjadi partisipan yang paling potensial.
Ruang lingkup penelitian studi kasus sangat terbatas bahkan bisa dikatakan sempit, namun mendalam. Peneliti cenderung mengabaikan tema-tema yang muncul bila tidak relevan dengan kasus yang diteliti, semenarik apapun tema yang muncul itu.
Contoh penelitian studi kasus, misalnya ”Penyimpangan Kekuasaan di Pemerintahan oleh Aktivis 98 Pasca Orde Baru”. Peneliti ingin mengetahui bagaimana praktik penyimpangan kekuasaan yang terjadi pasca Orde Baru oleh pejabat yang dulunya aktivis reformasi 98.

Penelitian komparatif

Jenis penelitian ini lebih fleksibel, artinya bisa diterapkan dalam riset kualitatif atau kuantitatif. Penelitian komparatif merupakan perbandingan dua atau lebih kasus yang diteliti. Perbandingan merupakan hasil penelitian yang biasanya ditulis dalam bab temuan penelitian.
Contoh penelitian komparatif, misalnya ”Tingkat Kesejahteraan Keluarga di Negara-Negara Skandinavia: Sebuah Perbandingan”. Seringkali, perbandingan dilakukan tidak untuk menjustifikasi mana yang lebih baik atau buruk, melainkan untuk memperkaya referensi sebelum kebijakan diterapkan.
Penelitian komparatif juga sering digunakan untuk melihat program mana yang lebih efektif dan efisien dengan mempertimbangkan alasan-alasan tertentu. Studi ini, bila dilakukan dengan pendekatan kuantitatif sebenarnya mirip riset cross-sectional. Sedangkan bila dilakukan dengan pendekatan kuantitatif mirip studi kasus, dengan jumlah kasus yang terjadi di dua atau lebih di lokasi berbeda.

Rabu, 27 Juli 2016

Contoh Khutbah Jumat "Makna Zakat Bagi Kehidupan Manusia"



Makna Zakat Bagi Kehidupan Manusia
 
بسم الله الرحمن الرحيم 

أَلْحَمْدُ لله الَذِي فَرَضَ الزَّكَاةَ عَلَى الأَغْنِيَاءِ وَجَعَلَهَا رٌكنًا مِنْ أرْكَانِ الاِسْلامِ ، فَرَضَ رُبْعَ العُشْرِ فىِ نَقدٍ بَلَغَ نِصَابًا وَمَضَى عَلَيهِ عَامٌ ، وَأَوْجَبَ الْعُشْرَ أونِصْفَهُ فيمَا أَخْرَجَهْ مِنَ الارضِ مِنْ أَنْعَامٍ . أشهَدأنْ لاَ إله إلاالله ذُوالْجٌلاَلِ وَالاكرَام ، وأشهدأنّ سيدنا محمدًا رسولُ اللهِ سيِّدالاَنامِ . أللّهمّ صلِّ وسلِّمْ على سيِّدنَا محمّدٍ وعلى آلهِ وأصْحَابهِ البرَرَةِ الكِرَامِ . أمَّا بعدُ ، فياعِباَدَاللهِ أوصِيكُم ونَفْسِي أوّلاٍبِتَقْوَى اللهِ تعالى وطَاعَتِهِ لعلّكُمْ تُرْحمونَ. 

Kaum Muslimin Rahimakumullah.....
Bulan suci adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang didalamnya mempunyai makna penting bagi orang-orang yang beriman. bulan Ramadhan kadang kala juga diartikan sebagai bulan penempaan guna meningkatkan keimanan yang didalamnya mempuanyai nilai lebih dan nilai tambah jika seseorang melakukan amal ibadah, dengan kata lain akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Dengan demikian tidaklah heran jika pada bulan Ramadhan motivasi umat Islam meningkat untuk melakukan ibadah baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah. 

Bulan Ramadhan juga diartikan sebagai bulan Zakat, karena pada bulan ini umat Islam tidak terkecuali besar maupun kecil, tua maupun muda, semuanya mempunyai kewajiban yang sama untuk membayar zakat. Ada 2 macam Zakat yang kita kenal selama ini, yaitu Zakat Fitrah dan Zakat Maal (Harta). Zakat Fitrah agak berbeda dengan Zakat Maal, karena Zakat Fitrah yang di zakati bukanlah harta seperti halnya Zakat Maal, akan tetapi yang dizakati adalah diri atau jiwa kita. Zakat Fitrah wajib untuk setiap umat muslim yang mempunyai kelebihan makanan dari keperluan hidupnya sehari-hari. bahkan bayi pun dikenakan wajib zakat apabila ia lahir sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadhan. 

Kaum Muslimin Rahimakumullah.....
Zakat Fitrah juga dikatakan sebagai zakat penyuci diri atau jiwa. Hal ini dapat dilihat dalam firman Allah swt. Surat Al-A'la ayat 14-15 : 

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ * وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ *
Artinya : 
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan mengeluarkan zakat fitrah), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia mendirikan sholat.

Zakat Fitrah itu adalah zakat yang sudah ditentukan ukurannya, boleh lebih dan tidak boleh kurang. Dan barang yang dizakatkan disesuaikan dengan keperluan atau makanan pokok penduduk setempat. Jika pada zaman Rosulullah makanan pokok pendiuduknya adalah kurma, maka zakat yang harus dikeluarkannya haruslah kurma. Oleh karena makanan pokok penduduk Indonesia saat ini adalah beras, maka zakat yang harus dikeluarkannya haruslah berupa beras. dan jika tidak ada beras, maka zakat tersebut bisa diganti dengan uang dengan nilai uang yang setara dengan harga 2,5 kg beras. 

Zakat bukanlah sekedar kebajikan, akan tetapi merupakan perbuatan utama dalam pandangan Islam. Dalam Al-Qur'an tidak kurang dari 82 kali ayat-ayat yang menjelaskan tentang zakat yang selalu dikaitkan dengan perintah sholat. itu artinya zakat mempunyai posisi yang sejajar dengan sholat. Jika seseorang telah melakukan sholat 5 kali sehari semalam, berarti ia juga harus mengeluarkan zakat sesuai dengan yang diperintahkan.

Zakat disamping mengandung aspek ritual, jugamengandung aspek sosial. Orang yang mengeluarkan zakat berarti ia juga ikut memperhatikan kehidupan sosial, membantu kaum yang lemahdan sekaligus ikut menanggulangi persoalan-persoalan kemiskinan yang kita hadapi dewasa ini. oleh karena itu zakat tidak saja bertujuan untuk membersihkan jiwa dan harta, akan tetapi juga dapat membantu mengentaskan kemiskinan. Sebagai contoh, pada masa pemerintahan Umar bin Abdul 'Aziz, akat telah dikelola dengan cara profesional dan sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh ajaran Islam, sehingga pada masa itu tidak lagi dijumpai penduduk yang hidup kelaparan.

Masalah kemiskinan ini patut kiranya kita pertajam kembali. Sekarang ini banyak orang beranggapan bahwa kemiskinan adalah disebabkan oleh jumlah penduduk yang berlebihan yang tidak sejalan dengan lajunya pertumbuhan ekonomi. Sehingga dengan menekan angka kelahiran secara otomatis masalah kemiskinan dapat ditanggulangi. Pendapat ini banyak dibantah oleh para ahli, baik ahli agama maupun ahli sosiologi. Menurut mereka, tidak ada kaitan antara kemiskinan dengan melonjaknya jumlah penduduk, walaupun ada, itu pun dalam skala kecil. Di Bolivia contohnya, dengan kepadatan penduduk 5 orang per kilometer persegi, namun kelaparan melanda negeri tersebut. Lain halnya di India, dengan kepadatan penduduk 172 orang per kilometer persegi, namun tidak terjadi kelaparan. Ini menunjukkan bahwa kemiskinan itu bukanlah disebabkan oleh kelebihan jumlah penduduk, mungkin ada faktor-faktor lain yang selama ini belum sempat kita amati.

Kaum Muslimin Rahimakumullah.....
Banyak makna yang terkandung didalam zakat, diantaranya: Pertama, makna ukhuwah Islamiyah. Artinya umat Islam yang satu membantu umat Islam yanglain, orang mampu membantu orang yang lemah, sehingga yang lemah dapat hidup dengan layak. Menurut Al-Qur'an, orang yang tidak menyanntuni kaum yang lemah (dhu'afa) dianggap sebagai orang yang mendustakan agama (Yukadzdzibu Biddin). dan juga menyebutnya sebagai pencemooh (Al-Humazah). Sebagaimana ungkapan ayat berikut ini :
وَيْلٌۭ لِّكُلِّ هُمَزَةٍۢ لُّمَزَةٍ * ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًۭا وَعَدَّدَهُۥ * يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ * كَلَّا ۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِى ٱلْحُطَمَةِ * وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْحُطَمَةُ * نَارُ ٱللَّهِ ٱلْمُوقَدَةُ * ٱلَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى ٱلْأَفْـِٔدَةِ *
Artinya : 
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung [Maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang karenanya dia menjadi kikir dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah.], dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. (QS. Al-Humazah : 1-7)
Kedua, makna psikologis, orang miskin yang menerima zakat akan merasa dirinya berharga tanpa harta, status sosialnya akan meningkat, karena masih ada orang yang memperhatikan nasibnya. Sedangkan hikmah bagi orang yang mengeluarkan zakat, dirinya akan sadar bahwa ia tidak lebihmulia dari orang miskin. Dengan demikian ia tidak semena-mena terhadap orang-orang miskin, sehingga jurang pemisah antara "si kaya" dan "si miskin" sedikit demi sedikit akan hilang. Disampibng itu orang-orang kaya harta terhindar dari kecemburuan sosialyang mungkin timbul dari kalangan orang-orang miskin.

Oleh karena itulah jika kesadaran berzakat, baik Zakat Fitrah maupun Zakat Maal sudah tumbuh dari setiap jiwa kaum muslimin, maka banyak persoalan yang dapat kita tanggulangi, baik persoalan kemiskinan, kebodohan, kesenjangan sosial dan lain lain sebagainya.

بارك الله لي ولكم فى القرأن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات والذكرالحكيم، وتقبل الله منا ومنكم تلاوته إنه هوالسميع العليم