Tampilkan postingan dengan label Khutbah Jumat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah Jumat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juli 2018

Contoh Khutbah Jumat "Haji"

الحمد لله الذي جَعَلَ كَلِمَةَ التَوْحِيْدِ لِعِبَادِهِ حِرْزاً وَحِصْناً. وَجَعَلَ الْبَيْتَ الْعَتِيْقَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْناً، وَأَكْرَمَهُ بِالنِّسْبَةِ إِلَى نَفْسِهِ تَشْرِيْفاً وَتَحْصِيْناً وَأَمْناً، وَجَعَلَ زِيَارَتَهُ وَالطَوَافَ بِهِ حِجَاباً بَيْنَ اْلعَبْدِ وَبَيْنَ العَذَابِ وَمَجْناً، وَالصَّلاَةُ عَلَى مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ وَسَيِّدِ الأُمَّةِ وَعَلَى آلهِ وَصَحْبِهِ قَادَةِ الْحَقِّ وَسَادَةِ الخَلْقِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْماً كَثِيْراً. أما بعد…
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ (197) الحجوَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ (52) المؤمنون
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah….
Alhamdulillah, Allah SWT masih melimpahkan karunia dan nikmatNya kepada kita. Perlunya kita mensyukuri kembali nikmat-nikmat ini dengan memperbanyak beribadah. Tidak hanya bersyukur secara lisan saja, akan tetapi kita harus manivestasikan dengan gerak, amal dan kegiatan yang nyata.

Kebersamaan dan Kesatuan
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah….
Pada bulan Dzul Hijjah -bulan yang dikenal dengan symbol pengorbanan, perjuangan dan puncak ibadah- kita menyaksikan jutaan umat Islam dari seluruh dunia hadir di Makkah Al-Mukarramah untuk menteladani jejak Nabiullah Ibrahim as dan Rasulullah Muhammad SAW.
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ (27)
27.  Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. QS 22:27
Dalam Syari’at Islam, banyak kita temukan bentuk ibadah yang menunjukkan sebuah kesatuan dan persatuan ummat ini. Seperti sholat Jama’ah, sholat Jumu’at, sholat kusuf (gerhana), sholat istisqa dan puasa Ramadhan. Ibadah-ibadah ini memuat makna kebersamaan, ketaatan dan persatuan. Ada gerak dan kegiatan yang sama. Ruku’ bersama, sujud bersama, kumpul bersama, disiplin dalam berbuka dan sahur. Bahkan hal ini seperti miniature pemerintahan dan Negara. Ada pemimpin, ada yang dipimpin, ada aturan dan system yang harus dipatuhi.

Persatuan dan Kesatuan Ummat adalah Keniscayaan
Ma’asyiaral Muslimin Rahimakumullah….
Tabiat ummat ini adalah satu kesatuan yang tidak dibenarkan bercerai berai. Mereka adalah bak bangunan yang kokoh. Bagian yang satu saling menguatkan bagian yang lain. Semen, bata, pasir, air dan besi merupakan kesatuan unsure perekat bangunan. Unsure yang menguatkan dan mengokohkan bangunan tersebut bila bersatu dalam satu kesatuan. Oleh karenanya, Rasululllah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ. رواه البخاري
Dari Abu Burdah bin Abdullah bin Abu Burdah, dari kakeknya, dari Abu Musa ra, Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin bagi mukmin yang lain seperti bangunan yang satu sama yang lain saling menguatkan. Dan beliau mengeratkan jari jemarinya. HR Imam Al-Bukhari
Ummat ini juga digambarkan oleh Rasulullah SAW seperti satu jasad. Setiap organ tubuh saling memerlukan dan saling sinergi dalam satu kesatuaan yang sempurna. Baik dalam suka maupun duka. Di saat salah satu oragan tubuh kita ada yang sakit, pasti akan berpengaruh pada organ tubuh yang lain. Bila gigi kita ada yang sakit, maka akan berpengaruh pada saraf mata, selera makan turun dan kenyamanan tidur terganggu. Akan tetapi seluruh organ tubuh saling memahami dan ikut larut dalam rasa duka dan sakit.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah….
Betapa indah, ketika kita menemukan keharmonian yang sempurna dalam tubuh ummat ini. Saling mengasihi, saling tolong menolong dan saling menguatkan satu sama lain. Larut dalam duka dan suka saudara-saudaranya seiman. Rasulullah SAW ketika mengikat perjanjian dengan Kaum Anshar sempat bersabda:
…فَهَلْ عَسَيْتَ إِنْ نَحْنُ فَعَلْنَا ذَلِكَ ثُمَّ أَظْهَرَكَ اللهُ أَنْ تَرْجِعَ إِلَى قَوْمِكَ وَتَدَعَنَا قَالَ فَتَبَسَّمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ بَلِ الدَّمُ الدَّمُ وَالْهَدَمُ الْهَدَمُ أَنَا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مِنِّيْ أُحَارِبُ مَنْ حَارَبْتُمْ وَأُسَالِمُ مَنْ سَالَمْتُمْ. تهذيب سيرة ابن هشام، 1/130
“Bila kami melakukan itu semua kemudian Allah memenangkan engkau, apakah engkau akan kembali ke kaummu dan meninggalkan kami. Rasulullah SAW senyum kemudian bersama: “akan tetapi darah dengan darah, kehancuran dengan kehancuran, aku bagian dari kamu dan kamu bagian dariku, aku akan memerangi kaum yang kamu perangi dan berdamai dengan kaum yang kamu berdamai dengan mereka. (Tahdziib, Sirah Ibnu Hisyam)
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى. رواه مسلم
“Dari An-Nu’man bin Basyir berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kecintaan mereka, kasih mengasihi di antara mereka dan saling tolong menolong seperti jasad. Apabila satu organ merasa sakit maka berpengaruh terhadap seluruh jasad dengan jaga (tidak bisa tidur) dan panas. HR Imam Muslim

Haji Simbol Persatuan Dunia Islam
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Seruan dan panggilan qurani terhadap orang-orang beriman juga mengisyaratkan adanya persatuan dan kesatuan. Karena selalu menggunakan bentuk jama’ (Plural) sebelum perintah dan larangan. Dan yang merupakan simbol persatuan ummat dalam syari’at adalah ibadah haji. Di mana seluruh ummat Islam dari bermacam bangsa, beragam bahasa dan berbeda warna hadir di tanah suci Makkah dalam rangka melakukan ibadah haji. Mereka berpakaian serba putih, yang merupakan warna koustum ihram yang disunnahkan. Mereka berkumpul di tempat yang sama pada saat wuquf. Mereka disatukan oleh ruang dan lorong waktu untuk melakukan kegiatan ibadah haji ini.
Inilah fenomena persatuan dunia Islam dalam bingkai ibadah. Dan yang seharusnya bisa dipraktekan dalam kehidupan ummat Islam secara internasional dan regional. Haji yang merupakan ibadah yang menitik beratkan unsur maliyah (harta) dan jasadiyah (fisik) harus menjadi inspirasi ummat ini untuk membangun jaringan di antara mereka yang menuju terbentuknya “Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafuur” dan selanjutnya lahir “Pemerintahan Ala Manhajin Nubuwwah” atau “Khilafah Islamiah” yang menjadi soko guru dunia.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah….
Untuk menuju proyek besar ummat ini, perlu langkah-langkah berikut ini:
  • Pemahaman yang utuh tentang makna ibadah haji
  • Implementasi makna haji dalam kehidupan sehari-hari
  • Pemanfaatn musim haji untuk sharring dan koordinasi ulama dan umara
Tiga hal ini bila dilakukan oleh setiap muslim akan memudahkan lahirnya persatuan dan kesatuan dunia Islam. Minimal adanya persatuan ummat secara regional. Karena tiga hal ini merupakan cerminan dari usaha islamisasi kehidupan dan merapatkan barisan diantara tokoh, pemimpin dan cendikiawan ummat. Haji mabrur yang merupakan target tertinggi dalam ibadah haji adalah predikat yang inherent dengan adanya perubahan dan perbaikan dalam diri orang yang melaksanakan ibadah haji. Inilah makna islamisasi kehidupan.
Semoga kita menjadikan ibadah haji dan maknanya sebagai sarana perbaikan menuju proyek persatuan dan kesatuan ummat, baik secara regional maupun International.
بَارَكَ اللهُ لَنَا وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَاكُمْ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَنَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ فَإِنَّهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ.


BACA : http://ayocaritauaja.blogspot.com/2018/07/garam-krosok-juwana-pati.html

Rabu, 27 Juli 2016

Contoh Khutbah Jumat "Makna Zakat Bagi Kehidupan Manusia"



Makna Zakat Bagi Kehidupan Manusia
 
بسم الله الرحمن الرحيم 

أَلْحَمْدُ لله الَذِي فَرَضَ الزَّكَاةَ عَلَى الأَغْنِيَاءِ وَجَعَلَهَا رٌكنًا مِنْ أرْكَانِ الاِسْلامِ ، فَرَضَ رُبْعَ العُشْرِ فىِ نَقدٍ بَلَغَ نِصَابًا وَمَضَى عَلَيهِ عَامٌ ، وَأَوْجَبَ الْعُشْرَ أونِصْفَهُ فيمَا أَخْرَجَهْ مِنَ الارضِ مِنْ أَنْعَامٍ . أشهَدأنْ لاَ إله إلاالله ذُوالْجٌلاَلِ وَالاكرَام ، وأشهدأنّ سيدنا محمدًا رسولُ اللهِ سيِّدالاَنامِ . أللّهمّ صلِّ وسلِّمْ على سيِّدنَا محمّدٍ وعلى آلهِ وأصْحَابهِ البرَرَةِ الكِرَامِ . أمَّا بعدُ ، فياعِباَدَاللهِ أوصِيكُم ونَفْسِي أوّلاٍبِتَقْوَى اللهِ تعالى وطَاعَتِهِ لعلّكُمْ تُرْحمونَ. 

Kaum Muslimin Rahimakumullah.....
Bulan suci adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang didalamnya mempunyai makna penting bagi orang-orang yang beriman. bulan Ramadhan kadang kala juga diartikan sebagai bulan penempaan guna meningkatkan keimanan yang didalamnya mempuanyai nilai lebih dan nilai tambah jika seseorang melakukan amal ibadah, dengan kata lain akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Dengan demikian tidaklah heran jika pada bulan Ramadhan motivasi umat Islam meningkat untuk melakukan ibadah baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah. 

Bulan Ramadhan juga diartikan sebagai bulan Zakat, karena pada bulan ini umat Islam tidak terkecuali besar maupun kecil, tua maupun muda, semuanya mempunyai kewajiban yang sama untuk membayar zakat. Ada 2 macam Zakat yang kita kenal selama ini, yaitu Zakat Fitrah dan Zakat Maal (Harta). Zakat Fitrah agak berbeda dengan Zakat Maal, karena Zakat Fitrah yang di zakati bukanlah harta seperti halnya Zakat Maal, akan tetapi yang dizakati adalah diri atau jiwa kita. Zakat Fitrah wajib untuk setiap umat muslim yang mempunyai kelebihan makanan dari keperluan hidupnya sehari-hari. bahkan bayi pun dikenakan wajib zakat apabila ia lahir sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadhan. 

Kaum Muslimin Rahimakumullah.....
Zakat Fitrah juga dikatakan sebagai zakat penyuci diri atau jiwa. Hal ini dapat dilihat dalam firman Allah swt. Surat Al-A'la ayat 14-15 : 

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ * وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ *
Artinya : 
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan mengeluarkan zakat fitrah), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia mendirikan sholat.

Zakat Fitrah itu adalah zakat yang sudah ditentukan ukurannya, boleh lebih dan tidak boleh kurang. Dan barang yang dizakatkan disesuaikan dengan keperluan atau makanan pokok penduduk setempat. Jika pada zaman Rosulullah makanan pokok pendiuduknya adalah kurma, maka zakat yang harus dikeluarkannya haruslah kurma. Oleh karena makanan pokok penduduk Indonesia saat ini adalah beras, maka zakat yang harus dikeluarkannya haruslah berupa beras. dan jika tidak ada beras, maka zakat tersebut bisa diganti dengan uang dengan nilai uang yang setara dengan harga 2,5 kg beras. 

Zakat bukanlah sekedar kebajikan, akan tetapi merupakan perbuatan utama dalam pandangan Islam. Dalam Al-Qur'an tidak kurang dari 82 kali ayat-ayat yang menjelaskan tentang zakat yang selalu dikaitkan dengan perintah sholat. itu artinya zakat mempunyai posisi yang sejajar dengan sholat. Jika seseorang telah melakukan sholat 5 kali sehari semalam, berarti ia juga harus mengeluarkan zakat sesuai dengan yang diperintahkan.

Zakat disamping mengandung aspek ritual, jugamengandung aspek sosial. Orang yang mengeluarkan zakat berarti ia juga ikut memperhatikan kehidupan sosial, membantu kaum yang lemahdan sekaligus ikut menanggulangi persoalan-persoalan kemiskinan yang kita hadapi dewasa ini. oleh karena itu zakat tidak saja bertujuan untuk membersihkan jiwa dan harta, akan tetapi juga dapat membantu mengentaskan kemiskinan. Sebagai contoh, pada masa pemerintahan Umar bin Abdul 'Aziz, akat telah dikelola dengan cara profesional dan sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh ajaran Islam, sehingga pada masa itu tidak lagi dijumpai penduduk yang hidup kelaparan.

Masalah kemiskinan ini patut kiranya kita pertajam kembali. Sekarang ini banyak orang beranggapan bahwa kemiskinan adalah disebabkan oleh jumlah penduduk yang berlebihan yang tidak sejalan dengan lajunya pertumbuhan ekonomi. Sehingga dengan menekan angka kelahiran secara otomatis masalah kemiskinan dapat ditanggulangi. Pendapat ini banyak dibantah oleh para ahli, baik ahli agama maupun ahli sosiologi. Menurut mereka, tidak ada kaitan antara kemiskinan dengan melonjaknya jumlah penduduk, walaupun ada, itu pun dalam skala kecil. Di Bolivia contohnya, dengan kepadatan penduduk 5 orang per kilometer persegi, namun kelaparan melanda negeri tersebut. Lain halnya di India, dengan kepadatan penduduk 172 orang per kilometer persegi, namun tidak terjadi kelaparan. Ini menunjukkan bahwa kemiskinan itu bukanlah disebabkan oleh kelebihan jumlah penduduk, mungkin ada faktor-faktor lain yang selama ini belum sempat kita amati.

Kaum Muslimin Rahimakumullah.....
Banyak makna yang terkandung didalam zakat, diantaranya: Pertama, makna ukhuwah Islamiyah. Artinya umat Islam yang satu membantu umat Islam yanglain, orang mampu membantu orang yang lemah, sehingga yang lemah dapat hidup dengan layak. Menurut Al-Qur'an, orang yang tidak menyanntuni kaum yang lemah (dhu'afa) dianggap sebagai orang yang mendustakan agama (Yukadzdzibu Biddin). dan juga menyebutnya sebagai pencemooh (Al-Humazah). Sebagaimana ungkapan ayat berikut ini :
وَيْلٌۭ لِّكُلِّ هُمَزَةٍۢ لُّمَزَةٍ * ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًۭا وَعَدَّدَهُۥ * يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ * كَلَّا ۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِى ٱلْحُطَمَةِ * وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْحُطَمَةُ * نَارُ ٱللَّهِ ٱلْمُوقَدَةُ * ٱلَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى ٱلْأَفْـِٔدَةِ *
Artinya : 
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung [Maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang karenanya dia menjadi kikir dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah.], dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. (QS. Al-Humazah : 1-7)
Kedua, makna psikologis, orang miskin yang menerima zakat akan merasa dirinya berharga tanpa harta, status sosialnya akan meningkat, karena masih ada orang yang memperhatikan nasibnya. Sedangkan hikmah bagi orang yang mengeluarkan zakat, dirinya akan sadar bahwa ia tidak lebihmulia dari orang miskin. Dengan demikian ia tidak semena-mena terhadap orang-orang miskin, sehingga jurang pemisah antara "si kaya" dan "si miskin" sedikit demi sedikit akan hilang. Disampibng itu orang-orang kaya harta terhindar dari kecemburuan sosialyang mungkin timbul dari kalangan orang-orang miskin.

Oleh karena itulah jika kesadaran berzakat, baik Zakat Fitrah maupun Zakat Maal sudah tumbuh dari setiap jiwa kaum muslimin, maka banyak persoalan yang dapat kita tanggulangi, baik persoalan kemiskinan, kebodohan, kesenjangan sosial dan lain lain sebagainya.

بارك الله لي ولكم فى القرأن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات والذكرالحكيم، وتقبل الله منا ومنكم تلاوته إنه هوالسميع العليم